Menggunakan teknologi terkini, BRIN akan memantau jelaga di Jakarta

Badan Riset Tenaga Nuklir (ORTN) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berencana melakukan penelitian pemantauan karbon hitam bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Saat memantau karbon hitam di Jakarta, kami akan menggunakan teknologi terbaru berupa Aethalometer AE33.
Baca juga

Pahami apa itu konjungsi planet, sebuah fenomena astronomi yang melibatkan banyak planet
Final Fantasy XVI dapat dimainkan sampai akhir, pengembang sedang mempersiapkan fitur ini
Indonesia dan Korea Selatan bangun pusat data nasional senilai Rp 2,3 triliun di Batam
Poco F4 akan masuk Indonesia pada 30 Juni 2022
3 update besar Mobile Legends Lore 2022

Khalid mengatakan, hasil penelitian bersama dengan menggunakan teknologi terbaru ini diharapkan dapat digunakan untuk melengkapi parameter pemantauan kualitas udara Jakarta dan kota-kota lain di Indonesia sehingga penentuan sumber pencemar dapat lebih komprehensif.

“Tujuan penelitian pemantauan jelaga ini dalam rangka membangun lingkungan yang bersih dan sehat,” kata Kepala Pusat Penelitian Teknologi Deteksi Radiasi dan Analisis Nuklir (PRTDRAN) ORTN BRIN Abu Khalid Rivai, seperti dilansir Suara.com. Jumat (17/6/2022).

Karbon hitam merupakan komponen partikulat di udara yang merupakan hasil pembakaran, termasuk dari kendaraan bermotor. Partikel-partikel ini, termasuk polusi, dapat membahayakan manusia, menyebabkan kematian dini dan memicu pemanasan global.

Profesor Riset dan Ketua Ahli PRTDRAN ORTN BRIN Muhayatun mengatakan, Aethalometer AE33 dipasang di lokasi pemantauan AQMS Jakarta-1 di Bundaran Hotel Indonesia.

Dia mengatakan, pemantauan dengan Aethalometer AE33 akan dapat menentukan kontribusi total jelaga, yaitu berapa persen yang berasal dari pembakaran bahan bakar fosil dan berapa persen yang berasal dari pembakaran biomassa.
arrow_forward_iosBaca selengkapnya
Didukung oleh GliaStudio
Monas, Jakarta. [Suara.com/Novian Ardiansyah]

Hasil kerjasama penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat untuk perancangan kebijakan yang tepat dan tepat terkait pencemaran udara, termasuk mendapatkan nilai tambah dari pengukuran karbon secara terus menerus dan karakterisasi aerosol di Indonesia.

Pemantauan yang dimulai akhir April 2022 ini menggunakan AE33 Aethalometer, bentuk kerjasama penelitian antara PRTDRAN ORTN dan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta, dengan dukungan pakar kualitas udara dari University of Rochester di New York, AS, serta sebagai ahli aerosol dari Eropa.

Aethalometer sebagai instrumen untuk pemantauan waktu nyata dan spesiasi jelaga.

Dalam pemantauan jelaga, Aethalometer dapat digunakan untuk penelitian yang berkaitan dengan kesehatan masyarakat dan pekerjaan, perubahan iklim, visibilitas, emisi sumber stasioner, emisi kendaraan dan mesin, perubahan curah hujan, dampak pada hasil pertanian dan degradasi warisan budaya.

Rencananya, jelaga monitor akan dipasang di dua kota, yakni Jakarta dan Serpong di Tangerang Selatan, Banten.

Inilah rencana pemantauan karbon hitam di Jakarta yang dilakukan oleh ORTN BRIN menggunakan Aethalometer AE33. (Suara.com/Liberty Jemadu).

Sumber :

You May Also Like

About the Author: Ahmad